Sunday, July 31, 2011

Pencerahannya tadi malem, tapi baru sempet nulis sekarang..

Yak, setelah tadi malem keputus ceritanya yang disponsori oleh ngantuk, alhamdulillah kali ini sempat buat ngelanjutinnya.. Kemaren sih sebenernya bener-bener engga ada sama sekali inspirasi buat nulis, makanya cuma buat postingan lyric lyric seperti biasanya. Tapi pas mau penutupan mau posting kemaren eh tau gak tau malah dapat pencerahan. Wakakakak, asli tapi ngantuk nya udah kebangetan kemaren euy, sebenarnya sih bukan  ngatuk tapi udah keburu pegal duduk depan laptop mulu. Pengen rebahan gitu, makanya jadi males buat lanjutinnya. Tapi yah.. Alhamdulillah yah.. Saya mah pasrah aja yah.. Saya ikhlas akan semuah yang udah terjadi yah.. #syahrinimode:ON
Gak usah basa basi basu base baso lagi yah kayanya, to the point aza.. Hehe


Kemaren tepatnya hari Sabtu tanggal 30 bulan July tahun 2011. Pagi itu, tepatnya pukul jam 6:00 AM Alarm Blackberry pun berbunyi.. Saat mendengarkan suara merdu nan aduhai syahdu sekali ada 2 tindakan yang harus dilakukan yang terbesit dalam pikiran aku.


1. Bangun dari tempat tidur, ambil bb, dismiss Alarm-nya, lipat selimut, mandi.
2. Bangun dari tempat tidur, ambil bb, dismiss Alarm-nya, tarik selimut, tidur.


Dan.. Ya.. pilihan tentu saja jatuh tak salah lagi kepada nomer dua... Wakakakak, sayton.. Gak sampe sejam kok ngelanjutin tidurnya, setengah jam kemudian, Mama pun masuk ke kamar dan berkata "Dek, bangun lah lagi.. Mandi.."


Ahaaa... Perkataan yang mematikan dari seorang Mama di pagi hari. Ya mau gak mau, suka gak suka, kaki pun seperti memiliki otak sendiri menjalankan kaki nya dan beranjak dari surga dunia (baca:kasur) ke kamar mandi. Seakan mensuggest otak ini, separuh jiwa yang masih melayang pun, kembali seutuhnya. Setelah mandi, make baju, minum teh, nunggu kaka adek ama mama siap.. Akahurnya kami pun masuk mobil. Dan memulai perjalan..


Kemana kita akan pergi Ma?
Apakah aku akan dipertemukan dengan Pangeran bermotor ninja kawasaki 250 r warna merah?
Akankah aku langsung di nikahkan?
Apa aku harus lari ke hutan, lalu belok ke pantai? (Ini sumpah gak nyambung)
Apa Mama tau aku dulu sering cabut les QR lalu memenjarakan diriku?
APA?!!!!!!!!!!
Diulang biar tegang (Kaya @Poconggg =D)
APA?!!!!!!!!!!


Engga.. Gak di nikahin atau di penjarain sekalipun kok.. Yup, kami akan pergi berziarah ke makam Papa, Nenek dan Kakek ku pagi hari ini. Pertama-tama, kami akan ke makam Papa ku yang ada di Rumbai, dan juga karna paling jauh makanya makam Papa lah yang jadi tujuan utama. Hhhhhhhhh... Kali ke 9 sebelum puasa kami sudah datang kesini. Tuhan.. Waktu begitu cepat berlalu.. Gak terasa udah 9 tahun, hidup tanpa seorang Ayah, hidup tanpa kasih sayang seorang Bapak, hidup menghabiskan hari hari suka dan duka bersama seorang Ayah and there's more again.. Semacam sudah di takdirkan apa bagaimana, mungkin aku juga kehilangan seorang sosok Ayah dari dulu. Ya bisa di bilang mungkin "lupa" akan bagaimana rasanya mempunyai seorang Ayah. Tapi ya mau gimana lagi, inilah takdir yang sudah harus diterima dan tanpa terasa takdri pahit ini sudah 9 tahun dirasakan. Mungkin waktu SD, aku gak begtiu ngerti. Gak begitu ngerasa berarti atas kehilangan seorang Ayah, karna ya kalo emang boleh jujur, emang dari kecil aku gak dekat ama Papa. Papa yang sibuk dengan kerjaannya yaitu wiraswasta. Ketemu pagi dan mungkin pulangnya udah larut malam. Aku begitu kecil saat itu dan bener-bener mungkin gak ada satupun ingatan bagaimana aku dengan Papa ku dulu. Ya, beliau meninggal saat aku berumur 7 tahun tepatnya saat aku kelas 2 SD. Tentu saja aku gak ingat. Absolutely..
Di umur ke 16 ini, ntah aku emang dasarnya pelupa #neneksudahtua atau bagaimanapun itulah, tak pernah sekalipun Papa datang ke dalam bunga tidur ku atau yang biasa disebut Mimpi. Ntahalah, I dont know about it.. I don't understand and I... just don't know. Tepat pukul jam 7 lewat berapaan gitu, akhirnya kami pun tiba di makam Papa yang berkeramik orange.. Aku lihat, ya.. Masih sama.. Dengan keramik orange yang masih utuh (maksudnya belum ada yang retak), nama serta tanggal kelahiran dan kematian berbentuk persegi panjang berwarna emas, di bagian atas makam itu, serta beberapa bunga dan rumput-rumputan yang masih segar.. Sepertinya salah satu Oom ku baru saja datang berziarah kemarin.
Suasana disana sejuk bangetttttt.... Ya you know, mungkin karna masih pagi hari kali ya. Disana adem, sejuk, sunyi, sepi, tentram dan damai. Orang-orang yang beziarah juga ke makam sanak nya juga belum terlalu terlihat, karna amsih pagi hari kali yaa.. Kemudian kami duduk, dan aku membaca salam di hati ku saja "Assalammualaikum,Pa.. Nessa datang"
Ku mulai dengan Bismillah dan setelah itu ku bacakan Surah Yasiin untuk mendiang Ayah ku yang sebelumnya sudah didahului dengan beberapa surah pendek sebagai pembuka. Dengan Khusykuk ku membacanya, dan Oh yaa.. Sepanjang perjalanan kesana aku sudah bertekad.. "Gak boleh lagi nangis sambil baca Yasiin nya".. Tahun kemarin, apa dua thun lalu, bukan main melelehnya tangisan ini saat membaca surah tersebut.. Untuk pertama kalinya aku menangis di depan makam Papa, setelah bertahun-tahun ziarah. Itu bener-bener.. Wau! Gak tau rasanya, kaya semua beban tuh keluaaaaaaar lancaaaaaaaaar banget. Sebenarnya aku malu buat nangis depan mama adek maupun kakak, tapi ya bagaimana lagi, gak bisa tertahankan rasa sedih itu. Semenjak itu, aku udah gak mau lagi nangis di depan makam Papa. Pokoknya gak mau! Insya Allah sih.
Setelah baca yasiin, kedua tanganpun mulai kutadahkan.. Dan berdoa dalam hati..


"Bismillahhirohmannirrohim.. Ya Allah yang maha pengasih lagi Maha Penyayang.. Di pagi hari ini, hambamu datang kepada salah satu umat mu yang tak lain adalah Bapak-ku yang telah berpulang ke Rahmatmu. Pgi ini, hamba duduk di tepi makamnya, dan mendoakan yang terbaik untuk nya. Ya Allah, ampuni lah dosa Ayah hamba ya Allah, jauhkan ia dari siksaan api neraka, lapangkan lah kuburnya Ya Allah.. Terima lah segala Ibadah yang pernah ia perbuat semasa hidupnya.. Jauhkan lah ia dari siksa panas api neraka.. Dan berilah dia tempat yang teduh, damai dan mulia yaitu di sisi mu ya Allah.. Kabulkanlah permohonan hambamu ya Allah.. Aamiin"


Alhamdulillah, tahun ini di detik ini, masih diberi kesempatan buat berdoa buat Papa. Aku sadar aku masih lalay dalam menjalankan kewajiban mu ya Allah, berilah hamba kesadaran ya Allah, berilah hamba selalu kesadaran untuk selalu berada dalam Jalan-Mu dan menjalankan kewajiban yang harus hamba lakukakan :=)
Setelah selesai berdoa, kami pun beranjak pergi meninggalkan pemakaman ini menuju makam Kakek dan Nenek yang berlainan tempat dengan makam Ayah ku.


Pa.. you know what? I just missing you so freakin bad. I just feel like I'm a pathetic girl oh no, not like this.. I know that God have a better way for all this. But I just can't understand if the better way is you has passed away so fast? If you has passed away leave your beloved wife, your dearest child? Yes, until now... I still can't understand.


Sincerely, Daddy's little girl.


"Assalammualaikum, Pa.. Nessa pulang dulu..."




Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan.. Minal aidil Wa Faidzin, Mohon Maaf lahir dan batin.. Dimulai dari nol lagi yaa :-) Happy Fasting!

No comments:

Post a Comment